Model Cincin Kawin Simpel
Model Cincin Kawin Simpel

Perkawinan adalah sebuah momen yang indah. Seindah cincin perkawinan yang disematkan di jari tangan kedua mempelai. Untuk Anda yang akan segera perkawinan, beberapa model cincin perkawinan dalam Agama.

Ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menjalani hidup rumah tangga bersama dalam jalinan perkawinan, maka di situlah dibutuhkan suatu simbol pengikat cinta. Umumnya yang dikenakan adalah perhiasan berupa cincin. cincin satu ini memiliki makna yang dalam untuk pengikat sebuah komitmen bernama perkawinan.

Dari dulu cincin adalah barang berharga yang menyimbolkan bentuk keabadian. Saat dipakai untuk simbol perkawinan, bermacam model cincin kawin simpel menjadi makna kebersamaan abadi yang tak lekang oleh waktu. Jaman dulu hanya orang penting dan punya jabatan yang memakai cincin. Namun kini semua orang bisa mengenakannya tanpa memandang apa jabatannya.

Bermacam Bentuk dan model cincin kawin simpel yang telah melingkar menunjukkan kehidupan bagai roda yang terus berputar. Cincin yang telah melingkar pada jari pasangan dan di jari Anda menunjukkan komitmen yang kuat antara sepasang suami istri untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Bagi yang akan menjalani perkawinan namun masih bingung dengan bedanya cincin mahar dengan cincin perkawinan wajib menyimak ulasan berikut ini.

Perlu juga dicatat bahwa mahar tidak selalu dalam bentuk cincin. Bisa dalam bentuk apa saja. Dalam Agama, mahar jadi salah satu syarat sah nya sebuah perkawinan. Mahar jadi simbol keseriusan pihak mempelai pria pada wanita. Mahar jenis ini bertujuan untuk menimbulkan rasa cinta antara kedua pasangan suami istri.  Sementara itu, cincin kawin adalah simbol perkawinan berbentuk sepasang cincin yang sama. Bagi pria, dilarang mengenakan cincin kawin dari emas. Sehingga, solusinya adalah mengenakan cincin kawin berbahan perak, platinum atau palladium.

Sampai saat ini perkara hukum menggunakan cincin dalam Agama masih tetap diperdebatkan. Ada ulama yang memperbolehkan namun ada pula ulama yang melarangnya. Cincin perkawinan dilarang karena bukan merupakan tradisi dalam Agama. Tukar cincin perkawinan adalah tradisi bangsa Eropa sementara Agama tidak memperbolehkan umatnya meniru tradisi kaum lain.

Alasan berikutnya adalah larangan bagi pria mengenakan perhiasan emas. Cincin perkawinan diperbolehkan bilamana seorang mempelai pria menjanjikan sebuah mahar cincin untuk calon istri serta sebagai pengikat bukti ketulusan cinta. Meski memperbolehkan, namun ada perkara yang tak bisa dilanggar. Yakni larangan mengenakan perhiasan emas dan sutera, untuk itu anda bisa memilih berbagai model cincin kawin simple yang tidak harus terbuat dari emas.