Apakah si Kecil sudah mulai pintar bermain? Wah, berarti ini saat yang tepat untuk mulai mengoptimalkan perkembangan motoriknya, Bu. Perkembangan motorik adalah proses pertumbuhan saraf dan otot anak. Nah, perkembangan motorik juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu motorik kasar atau aktivitas fisik seperti berlari dan motorik halus atau aktivitas menggunakan tangan seperti kemampuan memegang benda kecil.
Tahukah Ibu? Lima tahun pertama si Kecil menjadi masa emas bagi perkembangan motorik mereka. Itu sebabnya, ayo dukung proses tumbuh kembang motorik mereka dengan memberinya mainan anak berikut ini:
1. Squishy

(Sumber gambar: www.dotdotbangstore.com)
Mungkin kebanyakan Ibu sudah tidak asing lagi dengan mainan anak kekinian yang satu ini. Mainan Squishy memang memiliki popularitas yang cukup tinggi dikalangan anak-anak. Bagi Ibu yang belum tahu, Squishy adalah mainan anak yang terbuat dari bisa sangat lembut dan empuk. Menariknya, ketika ditekan, mainan ini akan mengerut dan saat dilepaskan akan kembali ke bentuk semula. Squishy juga hadir dengan beragam bentuk yang menggemaskan. Nah, terlepas dari bentuknya yang lucu, ternyata Squishy juga dapat mengasah kemampuan motorik halus anak lho, Bu. Hal ini dikarenakan ketika si Kecil meremas dan memijat Squishy, tanpa disadari otot pada jemari dan telapak tangannya akan terbentuk. Ibu bisa mendapatkan berbagai bentuk mainan Squishy dengan harga murah di Shopee!
2. Slime

(Sumber gambar: www.thebestideasforkids.com)
Bu, sama halnya dengan Squishy, mainan Slime juga sedang ramai dibicarakan saat ini. Slime adalah mainan anak yang memiliki tekstur kenyal dengan berbagai macam variasi warna. Perlu Ibu ketahui, ketika bermain Slime, oto jari si Kecil akan terbentuk sehingga lebih kuat. Apalagi jika si Kecil membuat sendiri Slime menggunakan bahan-bahan seperti lem, baking powder, baby oil, dan bahan lainnya. Terlepas dari segala manfaatnya, mainan ini disarankan untuk tidak diberikan pada anak usia di bawah dua tahun, ya. Hal ini dikarenakan Slime memiliki tekstur kenyal serta mengandung bahan lem, sehingga sangat berbahaya jika sampai tertelan, Bu.
3. Puzzle

(Sumber gambar: www.modellist-id.com)
Apakah si Kecil senang bermain puzzle? Jika iya, hobi ini sebaiknya tetap dipertahankan ya, Bu. Perlu Ibu mengerti bahwa ketika bermain puzzle, si Kecil akan mengambil potongan kecil yang terbuat dari karton dan menyesuaikannya pada gambar mainan tersebut. Nah, ini ternyata mampu menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus. anak. Jika si Kecil rutin bermain puzzle, ini akan membantu ia untuk lebih mudah belajar menulis dan makan sendiri. Meski begitu, pastikan Ibu memberi puzzle yang sesuai dengan usia si Kecil, ya. Apabila buah hati Ibu masih berusia di bawah tiga tahun, sebaiknya berikan ia potongan puzzle yang tidak terlalu rumit dan berukuran besar, sehingga lebih mudah untuk ia menyusunnya menjadi satu gambar utuh.
4. Bola

(Sumber gambar: www.safebee.com)
Senang ya rasanya melihat si Kecil tumbuh semakin aktif. Nah, di usia si Kecil yang sedang aktif ini, yuk ajak ia untuk bermain bola. Selain mampu mengasah kemampuan koordinasi mata dan kakinya, bermain bola juga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasarnya, Bu. Ketika bermain bola otot tubuh si Kecil akan terbentuk sehingga ia bisa tumbuh senantiasa sehat dan kuat. Jika memungkinkan, coba ajak sang buah hati untuk bermain bola setidaknya dua kali dalam seminggu. Tertarik untuk mencobanya?
5. Lego

(Sumber gambar: www.letgoyourmind.com)
Kalau mainan anak yang satu ini biasanya digemari oleh kebanyakan anak laki-laki. Selain memiliki bentuk yang menggemaskan, bermain Lego juga dapat melatih koordinasi antara tangan dan mata si Kecil. Tentu saja kemampuan motorik halus ini sangat berguna untuk melatih keterampilan menggambar dan menulis ketika si Kecil masuk usia sekolah nanti.
Itu dia beberapa mainan anak untuk mendukung keterampilan motorik kasar dan halus si Kecil. Yuk, terus dukung tumbuh kembangnya dan lihat si Kecil tumbuh semakin kuat setiap harinya!